Senin, 02 Januari 2017

Aku Pasti Mendapatkanmu


Aku berjalan agak malas di lorong kantor, mengingat semalam aku begadang karena menemani sepupuku yang datang dari tanah karo beberapa minggu lalu telah pulang tadi pagi, aku menemaninya ke salah satu kedai minum teh yang menurutku enak untuk dikunjungi
“Belina kau tidak melupakan sesuatu kan..?”
Aku menoleh mencoba mencari siapa gerangan yang menyebut namaku ah.. Ternyata dia Tita larasati seorang temanku, kami lulus police elite bersama sama, namanya diambil dari nama top authors angkatan juli 2016 tita larasati tjoa, kayanya penulis cerpen ini kurang kreatif, gumamku
“Enggak dong titta” kataku dengan senyum “Selamat ulang tahun” balasku sambil mencubit pipinya
“Bukan lina aku kan udah ulang tahun tahun lalu, tuh kan kamu lupa, hari ini pelantikan kenaikan pangkat the comando.”
“Lalu hubunganya denganku..?” Kataku dengan ketus
“Kamu sekretarisnya pinter..”
“Lalu..?”
“Kamu harus datang lebih cepet karena pembagian tugasnya itu sama kamu..!!!”
“Oh sh*t…” Kataku tak sengaja “Lalu dimana mereka dilantik sekarang..?”
“Udah selesai belina… Temanmu yang baik ini sudah menyeleasaikan tugasmu..”
“Makasih tita, kamu memang teman terbaik deh”
Satu persatu mereka masuk ke dalam ruanganku, beberapa di antara mereka malu malu bahkan tidak sedikit yang salah tingkah saat aku memberi mereka senyum, dalam hati aku tertawa puas, karena melihat pasukan yang gagah tapi ciut nyalinya berhadapan dengan perempuan, memang menurut anggota police elite, aku memang perempuan paling cantik di police elite, dan hampir semua laki laki di sini menaruh hati padaku. Haha mereka semua kecuali..
Hah..? Siapa dia yang cuek aja sama aku..?, aku mencoba melihat datanya, ternyata dia ialah kapten baru di comando, dia adalah.. Jusak, aku mencoba memanggilnya, tapi belum sempat aku memanggilnya dia tiba tiba meninggalkanku
“Huh siapa dia membuatu begitu…”
Dalam hati aku sedikit kecewa karena tidak bisa mendapat perhatianya, tapi aku akan mendapatkanmu tidak lebih dari 3 jam di hari ini, batinku
Saat aku akan tebar pesona ke kantornya aku melihat dia ke luar kantor dan pergi menggunakan mobil, saat kutanya pada beberapa temanku yang ada di situ, mereka bilang kalau kapten jusak mau pulang ke rumah
Dalam hati aku merasa sangat kecewa, tapi aku akan mendapatkanmu besok, kataku menyemangati diriku sendiri
Keesokan harinya aku datang lebih cepat hanya untuk bisa menunggunya di pintu, apa jadinya jika perempuan paling cantik di police elite menunggu kedatanganya di pintu, pria mana yang tidak akan terkesan..?, setelah beberapa jam aku menunggu. Dia tak kunjung datang, aku bertanya pada petugas kebersihan.
“Tapi kapten jusak sudah disini sejak jam 01:00 pagi tadi buk, itu mobilnya..” kata bapak itu sambil menunjuk ke arah mobil yang kemarin dinaiki oleh jusak
Ah.. Siall!! Kataku dalam hati…, kenapa aku tidak sadar mobilnya sudah parkir di situ dari tadi..?
“Mau kemana belina..?” kata temanku Tita saat aku berpapasan denganya
“Mau ke kantor jusak..” kataku
“Jangan..!!” katanya sedikit melarangku
“Ah enggak apa kok” kataku
Sesampainya aku di kantor kapten jusak, aku mencoba membuka obrolan tapi..
—
Aku berjalan cepat menemuui tita
“Kenapa kamu nggak bilang kalau jusaknya lagi nggak ada..?”
“Kan tadi aku udah bilang belina jangan…”
“Iya.. Tapi kan..”
“Kalo mau ketemu jusak suruh aja dia datang ke rumah kamu!!”
“Tapi gimana caranya..?”
“Ya ampun belina… Tinggal telepon aja jendral yantut semua udah beres kan?”
Oh iya batinku.. Aku baru ingat, aku tinggal minta tolong agar jendral yantut menyuruh jusak menjadi pengawalku, dengan begitu kami bisa tambah dekat…
Selesai menelepon jendral aku bergegas untuk mandi, aku tinggal di rumah bersama pembantuku bik minuh, secara gitu, komplek rumahku ini merupakan komplek yang sepi dan sangat jarang ada tamu di rumahku, sehinga aku jarang mengunci pintu. Selesai mandi aku langsung ke luar kamar mandi dan menuju kamarku, karena di rumah sebesar ini hanya ada kami berdua dengan bik minuh, jadi aku biasa aja walaupun ke luar kamar mandi tanpa handuk dan itu merupakan kebiasaanku
“Kya..!!” kataku berteriak karena secara tidak sengaja aku melihat kecoak. Aku langsung mengambil penyemprot anti serangga. Bik minuh segera datang dan menangkap kecoak itu (penulisnya aneh)
Pagi ini kau berdiri di gerbang, di tempat parkir tidak ada mobil kapten jusak, jadi dia mungkin belum datang, dengan setia aku akan menunggunya di sini, di kejauhan aku melihat mobil yang mirip dengan mobil yang ditumpanginya kemarin, aku tersenyum melihatnya, tapi dia sama sekali tidak memperhatikanku, “Apa..? Dia sama sekali tidak memperhatikanku..?”
Lihatlah aku akan mendapatkanmu besok

Jatuh Cinta Setiap Bertemu


Aku terbangun di hari Senin yang cerah. Secepat kilat aku berlari menuju kamar mandi setelah membereskan tempat tidur. Selepas itu lantas mengenakan seragam dengan bangganya. Seulas senyuman terukir di wajahku. Entah ada berapa banyak perasaan yang kini tengah melanda. Namun yang jelas, aku sedang dalam keadaan luar biasa.
Usai berpamitan dengan orangtua tercinta, aku langsung tancap gas menuju sekolah. Dengan menunggangi motor matic aku menembus angin pagi yang penuh atmosfer semangat. Sapaan sinar sang mentari terasa hangat kala menerpa diri ini.
Tak lama kemudian, aku sudah tiba di area sekolah.
“Eh. Masih sepi ternyata..” gumamku pelan seraya memarkirkan kuda besiku. Suasana sekolah masih sunyi rupanya, aku datang terlalu cepat. Mungkin karena kebahagiaan yang terasa meluap. Sehingga membuatku terlalu bersemangat. Daripada berdiam tak karuan, lebih baik aku membersihkan ruang kelas dan sekitarnya yang tampak kotor karena sampah. Lagi pula, kebersihan adalah salah satu hal utama untuk kehidupan yang lebih baik lagi, bukan?
Perlahan, teman temanku mulai berdatangan. Mereka berjalan dengan santai menuju ruang kelas masing masing. Raut wajah mereka terlihat tak asing lagi. Ada yang sumringah, cengengesan, muram, sampai ekspresi datar terpancar dari tiap tiap pribadi.
“Ciee.. Rajin amat nih ketua, hehe” sapa Ana teman perempuanku yang kocak. Aku menoleh ke arahnya, lantas menjawab.
“Ahh.. Biasa aja An, hehe” kami saling melempar senyuman dan obrolan ringan pun turut mengiringi.
Oh iya. Aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Sepdi, saat ini aku tengah menyandang sebagai siswa kelas 11. Pada tahun ajaran baru, aku mendapat sebuah kepercayaan yang teramat berharga. Yakni terpilih menjadi ketua OSIS di sekolah. Hal inilah yang membuatku begitu ‘excited’. Hari senin kali ini akan menjadi hari yang bersejarah selama karirku sebagai seorang pelajar. Ya. Hari ini akan ada acara pelantikan ketua OSIS baru setelah upacara bendera usai. Dan ‘bintang utama’ pada acara itu adalah diriku. Benar benar terasa campur aduk, antara senang atau khawatir atau lain lainnya.
Gemuruh tepuk tangan terdengar ramai di telinga. Pada akhirnya, aku telah resmi menyandang gelar sebagai ketua OSIS yang baru. Dengan sedikit berpidato, aku sampaikan rasa terima kasih pada semua siswa siswi di sekolah karena sudah memberiku kepercayaan. Tak lupa, aku uraikan visi dan misiku sebagai acuan dalam menjalani tugas sebagai ‘orang nomor satu dari semua siswa siswi’. Alhasil, tepuk tangan kembali terdengar. Aku benar benar bersyukur atas semua karunia ini.
Di lorong kelas yang agak sepi, aku berjalan menuju ruang kepala sekolah. Dari kejauhan mataku memandang sosok lain berjalan di jalur lorong yang sama. Perlahan raga orang itu mendekat dan ternyata dia adalah Mira. Teman sebaya yang selalu membuat jantungku berdegup tak karuan. Membuat relung hati ini merasa tenang. Juga yang membuat tingkahku menjadi canggung bagai ‘anak ayam di tengah kerumunan kelinci’.
“Eh, Sepdi. Mmm.. Selamat ya jadi ketua OSIS baru. Semoga bisa memimpin dengan amanah” ujarnya disertai senyuman manis ketika saling berpapasan. Aku lantas ikut tersenyum walau kaku. Tak mampu aku membalas ucapan selamat darinya. Aku begitu kikuk. Ibarat sang angin, hembusannya selalu terasa menyejukkan. Namun tak mampu menampakkan diri. Seperti itulah perasaanku padanya. Mira pun kembali berlalu menuju ruang kelas. Aku menoleh kepadanya, kemudian melanjutkan langkah kaki ini menuju ruang kepala sekolah.
Entah apa yang ada dalam pikiranku setiap kali bertemu atau sekedar melihat sosok Mira dari kejauhan. Batinku bagai dipenuhi harmoni, jiwa ini seperti disirami oleh air kesejukan, dan hatiku selalu berkata ‘aku menyukaimu’. Semua rasa itu telah menjadi impian yang ingin aku wujudkan. Namun apa daya, diri ini selalu tak kuasa melakukannya.
Banyak diantara teman teman memberiku motivasi untuk sekedar menumbuhkan keberanian dalam mengungkapkan cinta. Seperti Fuazi yang memberiku banyak saran dan cara supaya bisa mengungkapkan rasa hati. Atau Hilen gadis bersuara merdu yang memotivasiku bak nyanyian lagu. Dan banyak lagi teman teman yang tak pernah jengah mendorong semangatku dalam meraih cinta Mira.
Namun, aku adalah aku. Hanya sosok pribadi yang biasa saja dan cukup memiliki harapan. Soal urusan hati atau dalam kata lain asmara, aku tak terlalu banyak berandai ataupun ‘keterlaluan’. Sebab, aku percaya bahwa Sang Ilahi adalah Pemberi yang baik untuk tiap tiap umatnya. Maka dari itu, cinta di dalam hati ini hanyalah klise dengan banyak goresan kecil penuh harapan. Hal ini sungguh membuatku merasa senang, meski perasaan ini tak kunjung tersampaikan apalagi terwujudkan. Sosok Mira adalah kilauan indah yang tak boleh sembarangan aku sentuh. Cukuplah dengan memandanginya, aku pun sudah merasa bahagia. Sehingga, diri ini akan selalu merasa jatuh cinta setiap bertemu. Ya. Meskipun sang angin berganti arah, aku akan tetap disini. Hingga diriku ‘pantas’ untuk meraih dirinya.

Cara Meraih Sukses di Usia Muda

Sukses sudah menjadi impian setiap manusia baik itu kalangan muda maupun senior alias tua. Untuk meraih kesuksesan sebenarnya ada banyak cara yang bisa Anda lakukan demi mewujudkan impian Anda. Bahkan saat ini sudah banyak anak muda yang mulai membangun usaha demi mencapai satu kata yaitu sukses. Tapi sayangnya, di usia muda pemikiran mereka pun belum matang karena kebanyakan dari mereka masih menggambarkan jika sukses itu adalah menjalani hidup nikmat, mewah dan punya banyak uang. Hal tersebut pula yang menjadi kendala berat bagi para pengusaha muda, bahkan beberapa diantara mereka seolah tidak berani untuk melangkah lebih saat mereka mengalami kendala yang terjadi meraih sukses pun hanya sebatas mimpi. Apakah Anda ingin meraih sukses di usia muda? Ini tips yang bisa membantu Anda.

Cari dan Menabung

Langkah pertama yang harus Anda lakukan setelah terlepas dari bangku sekolah adalah mencari uang. Kebanyakan anak muda saat seperti itu memang masih belum memiliki penghasilan yang cukup untuk memulai sebuah usaha demi meraih cita-cita mereka sebagai seorang yang sukses. Jangan takut di awal memang Anda belum memiliki penghasilan yang besar khususnya pada masa pertama kerja Anda, jadikanlah kondisi tersebut sebagai sebuah pengalaman kerja Anda untuk menghadapi dunia kerja. Dengan pengalaman yang banyak maka Anda tentu akan jauh lebih siap menghadapi persaingan dan tentu Anda bisa menghasilkan lebih banyak uang. Untuk menjaga ketahanan financial Anda maka hal yang mutlak Anda lakukan adalah menabung. Menabung juga sudah bisa Anda lakukan sejak Anda masih duduk di bangku SMA.

Perbanyak Pengalaman

Langkah yang kedua adalah perbanyak pengalaman. Seperti yang dikatakan sebelumnya jika pengalaman secara tidak langsung akan mengantarkan Anda untuk meraih sukses, maka dari itu untuk mewujudkan impian Anda meraih kesuksesan maka tidak ada salahnya untuk memperbanyak pengalaman. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mencari kegiatan yang berpenghasilan.

Memilih Pilihan yang Tepat

Langkah selanjutnya adalah menentukan pilihan yang tepat. Salah satu pilihan yang paling pas untuk mencapai sukses adalah bisnis, tapi disini Anda harus pandai menentukan pilihan, mengetahui permintaan pasar dan juga dana tentunya.
Satu hal yang tidak boleh Anda lupakan dalam perjalanan Anda mencapai sukses adalah pantang menyerah. Jangan pernah takut dengan kegagalan!

Makalah prasangka ,diskriminasi dan integrasi masyarakat

Makalah prasangka ,diskriminasi dan integrasi masyarakat


KATA PENGANTAR
Segala puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Pemurah,  karena berkat kemurahanNya makalah ini bisa dapat saya selesaikan. Makalah ini disusun agar kita selagi manusia dapat memperluas wawasan kita tentang Ilmu Sosial Dasar. Khususnya tentang pembahasan " Makalah prasangka ,diskriminasi dan integrasi masyarakat ?".
Makalah ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu sosial Dasar (softskil). Pemahaman tentang manusia dan hal – hal yang berkaitan dengannya sangat diperlukan, dengan suatu harapan suatu masalah dapat di bagi dua jenis yaitu diselesaikan dan dihindari, dan sekaligus menambah wawasan bagi kita semua.
Saya selaku Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Herry Sussanto selaku Dosen Ilmu Sosial Dasar, Universitas Gunadarma.
Makalah ini,  tentunya masih jauh dari kesempurnaan, karena penulis juga masih dalam tahap pembelajaran. Oleh karena itu arahan, koreksi dan saran, sangat penulis harapkan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Terima kasih.
Depok, 3 January 2017


Maulidwi Fathan Lazuardhy
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap ada masalah pasti ada sikap untuk memecahkanya. Itulah kata-kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Tetapi kadang kita tidak mengetahu apa sebenarnya sikap itu, dan bagai mana kita mengambil sikap dalam setiap permasalahan. Begitu juga dengan prasangka. Kadang kita kurang memahami apa yang di maksud dari prasangka itu sendiri. Bahkan kita mengartikan prasangka itu identik dengan hal-hal yang negativ atau hal jelek saja, padahal sebenarnya tidak demikian. Maka dari itu dalam makalah ini kami mau mencoba membahas tentang sikap dan prasangka, untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pembentukan sikap dan prasangka?
2.      Apa itu pengertian prasangka, diskriminasi, dan integrasi dalam masyarakat?
3.      Apa saja hal hal yang bisa mempengaruhi perubahan sikap?
4.      Apa saja sebab-sebab terjadinya prasangka?
5.      Bagaimana cara mengurangi dan mengatasi prasangka?
6.      Bagaimana cara menghilangkan prasangka?


BAB II
PEMBAHASAN

PRASANGKA. DISKRIMINASI, DAN INTEGRASI MASYARAKAT

A.    Sikap dan Prasangka
Prasangka merupakan sikap sosial, yaitu kecenderungan (yang bersifat perasaan dan pandangan) untuk berespon (positif/ negatif) terhadap orang, objek, atau situasi. Dalam sikap terkandung suatu penilaian emosional yang dapat berupa suka, tidak suka, senang, sedih, cinta, benci, dan sebagainya. Kaena dalam sikap terdapat suatu kecenderungan berespons, maka seseorang mempunyai sikap yang umumnya diketahui perilaku atau tindakan apa yang akan dilakukannya bila bertemu dengan objeknya.
1. Pembentukan sikap
Sikap merupakan reaksi atao respon seseorang terhadap suatu obyek tertentu yang mengandung suatu pemikiran baik atau buruk, setuju atautidak setuju karena adanya stimulus dari luar yang mengakibatkan suatu tindakan tertentu.
Sikap terbentuk karena beberapa hal diantaranya adalah;
a.        Terbentuk karena factor genetic
Terbentuknya sikap antara individu yang satu dengan yang lain pasti berbeda-beda, ini di sebabkan karena factor genetic dan pola hidup yang berbeda-beda pula.
b.      Terbentuk karena adanya pengelaman.
Kerena sikap yang berasal dari pengalaman sehingga sikap di upayakan dengan cara pendidikan , pelatihan, dan sebagainya.
c.      Terbentuknya karena norma-norma yang telah di hayati sebelumnya.
d.   Terbentuknya karena meniru sikap di pihak lain yang pernah di ketahuinya.
e.   Karena adanya interaksi dengan obyek tertentu baik interaksi dalam kelompok maupum dari luar.
2. Fungsi sikap
a. Fungsi instrumental
Dikatakan demikian karena sikap yang kita pegang mempunyai alas an untuk mendapatkan suatu manfaat yang semata-mata mengekspresikan keinginan kita untuk mendapatkan hadiah dan menghindari hukuman.
b. Fungsi nilai ekspresif
Sikap yang mengspresikan atas mencerminkan konsep diri kita terhadap suatu obyek tertentu.
c. Fungsi perubahan ego
Sikap yang berfungsi melindungi kita dari kecemasan atau ancaman bagai harga diri kita.
d. Fungsi penyesuaian social
Dengan sikap tertentu kita dapat menjadi anggota dari suatu komunitas tertentu.
3. Pembentukan Prasangka
Seorang individu atau kelompak yang mempunyai prasangka terhadap individu/kelompok lain akan memandang segala fakta yang baik akan menjdi propaganda.
Terbentuknya prasangka itu sendiri terbentuk dalam masa perkembangan seseorang bukan di bawa sejak lahir dan sama halnya dengan sikap. Karna terbentuknya pada masa perkembangan seseorang maka orang tua di anggap guru utama Prasangka pada saat seseorang masih usia dini. Selain itu teman juga seseorang yang mempengarui prasangaka pada saat dalam usia sekolah.dan lingkunngan sekitar menjadi pengaruh prasangka pada usia dewasa dan tua.
Selain itu hal yang dapat mempengarui terbentuknya prasangka pada seseorang adalah sebagai berikut:
a. Perbedaan antar kelompok/ perbedaan antar ras atau etnis.
Prasaangka yang bersumber dari perbedaan etnis dapat di temukan pada masarakat heterogen. Yang mempunyai latar kebudayaan yang berbeda-beda. Sedangkan yang ber sumber dari perbedaan ras dapat di temukan dalam masyarakat yang multirasial seperti amerika dan negara-negara eropa lainya.
b. Perbedaan idiologi
Ini terjadi pada masarakat di Negara yang memiliki idiologi yang kuat terhadap idiologi lain yang menjadi lawanya.
c. Perbedaan yang bersumber dari kejadian historis.
Contohnya:prasangka terhadap orang yang berkulit putih terhadap negro di amerika serikat. Yang berkar dari sejarah pebudakan orang-orang negro pada 300san tahun yang lalu. Walupun sekarang orang-orang negro sudah bangkit tetapi tetap saja orang-orang berkulit putih menganggap orangt negro sebagai manusua pemalas,bvodoh dll.
d. Kesenjangan social kelompok mayoritas tehadap kelompok minoritas.
4.      Hal hal yang mempengaruhi perubahan sikap
1. Karateristik sistem sikap
a. Sikap extreme
Yaitu sikap yang sulit diubah baik dalam perubahan yag kongruen maupun yang inkongruen. Perubahan kongruen adalah perubahan yang searah yakni bertambahnya drajat kepositifan atau kenegatifan dari sikap semula. Sedangkan perubahan inkongruen adalah perubahan sikap kearah yang berlawanan. Yang semula positif menjadi negative dan sebagainya.
b. Multifleksitas
Yaitu suatu sikap yang mudah diubah secara kongruen tetapi sulit diubah secara inkongruen atau sebaliknya
c. Konsistensi
Yaitu sikap yang stabil karena adanya komponen yang saling mendukung. Sikap ini mudah dirubah secara kongruen, sedangkan sikap yang tidak stabil lebih mudah diubah secara inkongruen.
d. Interconnectedness
Yaitu keterikatan suatu sikap dengan sikap lain yang saling berhubungan. Contohnya ketaaatan seseorang terhadap agama yang dianutnya dikaitkan dengan kencintaan yang begitu mendalam kepada orang tuanya yang telah meninggal karena agama yang sama. Sikap ini sulit diubah scara inkongruen.
2. Kepribadian individu
Perubahan sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh aspek aspek kepribadian. Adapun aspek aspek kepribadian tersebut adalah:
a. Intelegensi
Tingkat pemahaman seseorang dalam memahami suatu informasi sangat mempengaruhi sikapnya.
b. General persuasibility
Adalah kesiapan seseorang untuk menerima pengaruh social tanpa memandang komunikatornya, topic, media, dan komunikasinya.
c. Self defensiveness
Yaitu kecenderungan seseorang untuk mempertahankan sikapnya demi mempertahankan hargadirinya.
3. Afisiliasi kelompok
Perubahan sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh dukungan kelompok terhadap dirinya. Seseorang yang telah memegang teguh norma kelompoknya akan sulit diubah sikapnya secara inkongkruen tetapi lebih mudah dirubah secara kongruen dengan cara diberi arahan dan pengetahuan atau pengalaman oleh kelompoknya
5.      Komponen Sikap
a.       Komponen kognitif: proses evaluatif (membandingkan, menganalisis,mendayagunakan pengetahuan yang ada untuk memberikan sesuaturangsang) perubahan pada ranah ini akan mempengeruhi sikap
b.      Komponen Afektif: perasaan senang, tidak senang dan perasaanemosional lain sebagai akibat dari proses evaluatif yang dilakukan
c.       Komponen Perilaku: sikap selalu diikuti dengan kecenderungan untukberpoila perilaku tertentu (disonansi sikap: ketidakcocokan perilaku seseorang dengan sikapnya


B.     Kategorisasi dan Stereotipe
Kategorisasi adalah proses pengambilan keputusan dengan jalan mengelompokkan benda ke dalam kelompok tertentu. Kategorisasi pada dasarnya merupakan proses kognitif yang netral; artinya, menetapkan benda dalam kategori tertentu; individu tidak ikut menilai. Kalaupun memberikan penilaian, baik langsung maupun tidak langsung melalui proses pelaziman (conditioning), kemungkinan besar gagasan atau gambaran negative akan melekat atau menetap pada orang tersebut.  
Stereotipe adalah tanggapan atau gambaran tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang/ golongan lain yang bercorak negatif akibat tidak lengkapnya informasi dan sifatnya yang subjektif.
Kesulitan komunikasi akan muncul dari penstereotipan (stereotyping), yakni menggeneralisasikan orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi orang-orang berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok. Dengan kata lain, penstereotipan adalah proses menempatkan orang-orang ke dalam kategori-kategori yang mapan, atau penilaian mengenai orang-orang atau objek-objek berdasarkan kategori-kategori yang sesuai, ketimbang berdasarkan karakteristik individual mereka. Banyak definisi stereotype yang dikemukakan oleh para ahli, kalau boleh disimpulkan, stereotip adalah kategorisasi atas suatu kelompok secara serampangan dengan mengabaikan perbedaan-perbedaan individual. Kelimpik-kelompok ini mencakup : kelompok ras, kelompok etnik, kaum tua, berbagai pekerjaan profesi, atau orang dengan penampilan fisik tertentu. Stereotip tidak memandang individu-individu dalam kelompok tersebut sebagai orang atau individu yang unik.
Contoh stereotip :
Ø Laki-laki berpikir logis
Ø Wanita bersikap mental
Ø Orang berkaca mata minus jenius
Ø Orang batak kasar
Ø Orang padang pelit
Ø Orang jawa halus-pembawaan
Faktor-faktor yang menyebabkan adanya stereotip antara lain:
1.      Sebagai manusia kita cenderung membagi dunia ini ke dalam dua kategori : kita dan mereka. Karena kita kekurangan informasi mengenai mereka, kita cenderung menyamaratakan mereka semua, dan mengangap mereka sebagai homogen.
2.      Stereotip tampaknya bersumber dari kecenderungan kita untuk melakukan kerja kognitif sedikit mungkin dalam berpikir mengenai orang lain. Dengan kata lain, stereotip menyebabkan persepsi selektif tentang orang-orang dan segala sesuatu disekitar kita.
Stereotip dapat membuat informasi yang kita terima tidak akurat. Pada umumnya, stereotip bersifat negative. Stereotip tidak berbahaya sejauh kita simpan di kepala kita, namun akan bahaya bila diaktifkan dalam hubungan manusia. Stereotip dapat menghambat atau mengganggu komunikasi itu sendiri. Contoh dalam konteks komunikasi lintas budaya misalnya, kita melakukan persepsi stereotip terhadap orang padang bahwa orang padang itu pelit. Lewat stereotip itu, kita memperlakukan semua orang padang sebagai orang yang pelit tanpa memandang pribadi atau keunikan masing-masing individu. Orang padang yang kita perlakukan sebagai orang yang pelit mungkin akan tersinggung dan memungkinkan munculnya konflik. Atau misal stereotip terhadap orang batak bahwa mereka itu kasar. Dengan adanya persepsi itu, kita yang tidak suka terhadap orang yang kasar selalu berusaha menghindari komunikasi dengan orang batak sehingga komunikasi dengan orang batak tidak dapat berlangsung lancar dan efektif. Stereotip terhadap orang afrika-negro yang negatif menyebabkan mereka terbiasa diperlakukan sebagai kriminal. Contohnya, di Amerika bila seseorang (kulit putih) kebetulan berada satu tempat/ruang dengan orang negro mereka akan , secara refleks, melindungi tas atau barang mereka, karena menggangap orang negro tersebut adalah seorang pencuri. Namun, belakangan, stereotip terhadap orang negro sudah mulai berkurang terleih sejak presiden amerika saat ini juga keturunan negro. Orang Indonesia sendiri di mata dunia juga sering distereotipkan sebagai orang-orang ’anarkis’ , ’bodoh’, konservatif-primitif, dll.

C.    Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka adalah pengambilan keputusan tanpa penelitian dan pertimbangan yang cermat, tergesa-gesa atau tidak matang karena kurangnya pengetahuan, pengertian, dan fakta kehidupan yang menunjukkan pada sikap ketidakadilan.
Diskriminasi adalah perlakuan yagn sifatnya membeda-bedakan antara sesame warga Negara karena pengaruh keturunan, suku, warna kulit dan agama

D.    Sebab-sebab Terjadinya Prasangka
Prasangka merupakan salah satu fenomena yang hanya bisa ditemui dalam kehidupan sosial. Munculnya prasangka merupakan akibat dari adanya kontak-kontak sosial antara berbagai individu di dalam masyarakat. Seseorang tidak mungkin berprasangka bila tidak pernah mengalami kontak sosial dengan individu lain. Akan tetapi prasangka tidak semata-mata dimunculkan oleh faktor sosial. Faktor kepribadian turut berperan dalam menciptakan apakah seseorang mudah berprasangka atau tidak. Walaupun faktor sosial sangat menunjang untuk menciptakan prasangka, belum tentu seseorang akan berprasangka karena masih tergantung pada tipe kepribadian yang dimiliki, apakah ia memiliki tipe kepribadian berkecenderungan berprasangka atau tidak. Lalu manakah yang lebih penting faktor sosial atau faktor kepribadian dalam menciptakan prasangka? Jawabannya bisa keduanya sama penting atau bisa salah satu lebih penting. Apabila tekanan dalam melihat prasangka adalah konteks sosialnya, tentu saja faktor sosial merupakan faktor terpenting. Sedangkan bila konteks individu yang ditekankan, maka faktor individual bisa jadi dinilai lebih penting.
Ada lima pendekatan dalam menentukan sebab terjadinya prasangka, yaitu sebagai berikut.
a.       Pendekatan Historis
Didasarkan atas teori Pertentangan Kelas yaitu menyalahkan kelas rendah yang imperior, dimana mereka yang tergolong dalam kelas atas mempunyai alasan untuk berprasangka terhadap kelas rendah).
b.      Pendekatan Sosiokultural dan Situasional
Meliputi mobilitas sosial, konflik antar kelompok, stigma perkantoran dan sosialisasi.
c.       Pendekatan Kepribadian
Teori ini menekankan kepada faktor kepriadian sebagai penyebab prasangka (Teori Frustasi Agresi).
d.      Pendekatan Fenomenologis
Ditekankan bagaimana individu memandang/mempersepsikan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka.
e.       Pendekatan Naïve
Menyatakan bahwa prasangka lebih menyoroti objek prasangka dan tidak menyoroti individu yang berprasangka.

E.     Mengatasi dan Mengurangi Prasangka
Usaha untuk mengatasi dan mengurangi prasangka yaitu sebagai berikut:
1.      Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2.      Melalui pendidikan anak
3.      Mengadakan kontak di antara dua kelompok yang berprasangka
4.      Permainan peran
5.      Perluasan kesempatan belajar
6.      Sikap terbuka dan sikap lapang
7.      Memutuskan siklus prasangka: belajar tidak membenci karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dengan cara mencegah orang tua dan orang dewasa lainnya untuk melatih anak menjadi fanatic.
8.      Berinteraksi langsung dengan kelompok berbeda:
i)           contact hypothesis—pandangan bahwa peningkatan kontak antara anggota dari berbagai kelompok sosial dapat efektif mengurangi prasangka diantara mereka. Usaha-usaha tersebut tampaknya berhasil hanya ketika kontak tersebut terjadi di bawah kondisi-kondisi tertentu.
ii)         extended contact hypothesis—sebuah pandangan yang menyatakan bahwa hanya dengan mengetahui bahwa anggota kelompoknya sendiri telah membentuk persahabatan dengan anggota kelompokout-group dapat mengurangi prasangka terhadap kelompok tersebut.
9.      Kategorisasi ulang batas antara “kita” dan “mereka” hasil dari kategorisasi ulang ini, orang yang sebelumnya dipandang sebagai anggota out-group sekarang dapat dipandang sebagai bagian dari in-group.
10.  Intervensi kognitif: memotivasi orang lain untuk tidak berprasangka, pelatihan (belajar untuk mengatakan “tidak” pada stereotype).
11.  Pengaruh social untuk mengurangi prasangka.

F.     Prasangka dan Integrasi Masyarakat
Integrasi adalah kerja sama dari seluruh anggota masyarakat secara keseluruhan, mulai dari individu, keluarga, lembaga-lembaga dan masyarakat secara keseluruhan sehingga menghasilkan persenyawaan-persenyawaan berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama-sama dijunjung tinggi.
Bentuk-bentuk  akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, meliputi empat dasar sistem, yaitu:
a.       Sistem budaya, seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1994
b.      Sistem sosial, seperti kolektif-kolektif sosial dalam segala bidang
c.       Sistem kepribadian, terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan, pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesian
d.      Sistem organik jasmaniah, di mana nasion tidak didasarkan atas persamaan ras.

Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkuranmgnya sikap-  sikap prasangka di antara anggota msyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, mengdeskriditkan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
Menurut pandangan para penganut fungsionalisme integrasi sosial dalam masyarakat senantiasa terkait dengan dua landasan berikut :

- Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)
- Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.

            Sehingga definisi dari integrasi sosial dalam masyarakat dapat diartikan sebagai kerjasama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari individu, keluarga, lembaga-lembaga dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menghasilkan persenyawaan-persenyawaan, berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama dijunjung tinggi. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkuranmgnya sikap-sikap prasangka di antara anggota msyarakat secara keseluruhan.
            Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, mengdeskriditkan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.

            Integrasi sosial dalam masyarakat dapat dicapai apabila unsur-unsur sosial saling berinteraksi.Selain itu norma-norma sosial dan adat istiadat yang baik turut menjadi penunjang untuk mencapai integrasi sosial tersebut. Hal ini dikarenakan norma-norma sosial dan adat istiadat merupakan unsur yang mengatur perilaku dengan mengadakan tuntutan mengenai bagaimana orang harus bertingkah laku.
            Namun demikian tercapainya integrasi sosial dalam masyarakat memerlukan pengorbananm, baik pengorbanan perasaan, maupun pengrobanan materil. Dasar dari pengorbanan adalah langkah penyesuaian antara perbedaan perasaan, keinginan, ukuran dan penilaian di dalam masyarakat tersebut.  Maka dari itu norma sosial sebagai acuan bertindak dan berprilaku dalam masyarakat akan memberikan pedoman untuk seorang bagaimana bersosialisasi dalam masyarakat.
            Adapun faktor - faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi integrasi sosial dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut:
-Faktor interna
l: kesadaran diri sebagai makhluk sosial, tuntutan kebutuhan, dan semangat gotong royong.
-Faktor eksternal: tuntutan perkembangan zaman, persamaan kebudayaan, terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama, persaman visi, misi, dan tujuan, sikap toleransi, adanya kosensus nilai, dan adanya tantangan dari luar


BAB III
KESIMPULAN


Prasangka merupakan sikap sosial, yaitu kecenderungan (yang bersifat perasaan dan pandangan) untuk berespon (positif/negatif) terhadap orang, objek, atau situasi. Dalam sikap terkandung suatu penilaian emosional yang dapat berupa suka, tidak suka, senang, sedih, cinta, benci, dan sebagainya.Seorang individu atau kelompak yang mempunyai prasangka terhadap individu/kelompok lain akan memandang segala fakta yang baik akan menjdi propaganda.

Sikap merupakan reaksi atao respon seseorang terhadap suatu obyek tertentu yang mengandung suatu pemikiran baik atau buruk, setuju atau tidak setuju karena adanya stimulus dari luar yang mengakibatkan suatu tindakan tertentu.
Terbentuknya prasangka itu sendiri terbentuk dalam masa perkembangan seseorang bukan di bawa sejak lahir dan sama halnya dengan sikap. Karna terbentuknya pada masa perkembangan seseorang maka orang tua di anggap guru utama Prasangka pada saat seseorang masih usia dini. Selain itu teman juga seseorang yang mempengarui prasangaka pada saat dalam usia sekolah.dan lingkunngan sekitar menjadi pengaruh prasangka pada usia dewasa dan tua.
Kategorisasi adalah proses pengambilan keputusan dengan jalan mengelompokkan benda ke dalam kelompok tertentu. Kategorisasi pada dasarnya merupakan proses kognitif yang netral; artinya, menetapkan benda dalam kategori tertentu; individu tidak ikut menilai. Kalaupun memberikan penilaian, baik langsung maupun tidak langsung melalui proses pelaziman (conditioning), kemungkinan besar gagasan atau gambaran negative akan melekat atau menetap pada orang tersebut.  
Stereotipe adalah tanggapan atau gambaran tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang/ golongan lain yang bercorak negatif akibat tidak lengkapnya informasi dan sifatnya yang subjektif.
Diskriminasi adalah perlakuan yagn sifatnya membeda-bedakan antara sesame warga Negara karena pengaruh keturunan, suku, warna kulit dan agama
Integrasi adalah kerja sama dari seluruh anggota masyarakat secara keseluruhan, mulai dari individu, keluarga, lembaga-lembaga dan masyarakat secara keseluruhan sehingga menghasilkan persenyawaan-persenyawaan berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama-sama dijunjung tinggi.


DAFTAR PUSTAKA


www.edukasi.kompasiana.com
www.riyan-adiyasa.blogspot.com/2011/12/sikap-dan-prasangka.html
www.100jutasebulan.com/definisi/10346-Definisi-Stereotipe.html
www.isramrasal.wordpress.com
www.smartpsikologi.blogspot.com
www.annisaavianti.wordpress.com
www.mustainronggolawe.wordpress.com